Kopi Luwak : Bagaimana Proses Pengolahan, Pembuatan Dan Produksinya?

Daftar Isi [Tutup]

    Penjelasan sebelumnya merupakan rangkaian dari proses memproduksi kopi luwak berkualitas eksport. Benar, karena untuk menciptakan kopi luwak terbaik dengan kualitas eksport,

    dibutuhkan pengetahuan khusus apa dan bagaimana cara yang tepat memberi pakan luwak selain buah kopi seperti yang sudah saya beberkan.

    Mengingat hewan luwak aktif di malam hari dan ngorok di siang hari, maka waktu yang tepat untuk menyajikan buah kopi kepada luwak adalah setelah Maghrib.

    Kira-kira setelah pukul 18.00 WIB. Dan, buah kopi yang diberikan adalah buah kopi yang benar-benar merah serta matang. Selain itu, juga harus segar.

    Karena itulah, jeda waktu pemetikan buah kopi dari pohonnya dengan saat pemberian buah kopi kepada hewan luwak tidak boleh lebih dari 12 jam

    atau jarak antara penangkaran Anda dengan perkebunan kopi tidak boleh lebih dari 20 km.

    Lebih baik, penangkaran luwak dan perkebunan kopi Anda berada di satu tempat seperti penangkaran dan perkebunan kopi arabika saya yang sama-sama berada di wilayah Pengalengan Bandung.

    Jarak tempuh antara penangkaran dan perkebunan saya hanya 1 menit. Kenapa harus begitu? Ya itu tadi, supaya buah kopi yang diberikan kepada luwak seger bener.

    Cara penyajian buah kopi kepada hewan luwak bisa menggunakan tampah bambu atau wadah apa saja yang penting terbuka dan bersih

    Pastikan bahwa Anda telah menyortirnya terlebih dahulu dengan memisahkan buah kopi yang matang dan mentah. Buah kopi yang matang

    itulah yang dikasih ke luwak, meski sang hewan luwak sendiri belum tentu menganggap buah kopi yang sudah Anda sortir tersebut matang semuanya.

    Bagaimana Proses Pembuatan Kopi Luwak? Pelajari Cara Produksinya Disini

    Dengan modal naluri yang dimilikinya, hewan luwak akan memilih sendiri mana buah kopi yang matang dan layak masuk ke perutnya.

    Proses Kopi Luwak Cara Produksi dan Pengolahan

    Keesokan harinya, lebih tepatnya di pagi hari, Anda sudah bisa memungut dan mengumpulkan kotoran (feces) luwak yang dikeluarkan sang hewan di kandangnya.

    Pada saat pemungutan dan pengumpulan tersebut, kotoran luwak yang jelek (biasanya berwarna hitam) sebaiknya Anda pisahkan tersendiri dan tidak boleh dicampur dengan yang bagus.

    Ini untuk menjaga kualitas kopi luwak yang nantinya akan Anda produksi, dan sebentar lagi akan saya jelaskan caranya...

    Sebagai pemanasan sebelum masuk ke inti pembahasan produksi kopi luwak, saya perkenalkan dulu pada Anda apa saja produk kopi luwak yang nantinya akan diproduksi, yakni

    4 Tahap Produksi Kopi Luwak

    Rawbeans
    Biji kopi dalam bentuk gabah (Prongkolan)

    Greenbeans
    Biji kopi dalam bentuk beras hijau

    Roastedbeans
    Biji kopi yang sudah dibakar/disangrai/diroasting

    Grounded Beans
    Kopi luwak yang sudah berbentuk powder/bubuk

    Proses Pengolahan

    Raw Beans Biji Kopi Luwak Prongkolan adalah biji kopi utuh yang baru keluar dari perut hewan luwak bersama- sama dengan feces sang hewan.

    Biasa disebut gabah dalam bentuk prongkolan. Setelah keluar dari perut luwak, gabah ini dikumpulkan dan dicuci menggunakan ember serta selang, diaduk-aduk hingga bersih dan disaring.

    Perlu Anda ketahui bahwa dalam pembuatan kopi luwak terdapat 3 proses biji kopi utuh atau disebut juga Luwak Wholebean Coffee yaitu : Raw beans, Green beans dan Roasted beans

    Air yang jelas-jelas kotor dan kopi yang mengambang ke atas ember dibuang, karena kualitasnya tidak bagus.

    Proses pencucian ini dilakukan berkali-kali hingga airnya benar-benar bening dan bersih.

    Kira-kira 8 sampai 12 kali, tergantung pada tingkat kekotoran feces luwak.

    Setelah kotoran luwak dicuci bersih, langkah berikutnya yang mestinya dilakukan adalah menjemur gabah selama 2 sampai 3 hari hingga kadar air yang terkandung di dalamnya kurang lebih tersisa

    Ciri-ciri kadar air telah 20% adalah kulit arinya sudah setengah mengelupas dan warnanya berubah jadi kekuning-kuningan.

    Mengingat kulit arinya yang hanya setengah mengelupas, maka perlu dikuliti lagi sisa-sisa kulit ari kopi hingga mengelupas semuanya.

    Ada 2 cara yang bisa Anda pakai, yakni dengan

    1. Menggunakan mesin pengulit ari
    2. Manual.

    Jika Anda milih cara pertama, maka Anda hanya perlu memasukkan gabah kopi luwak ke dalam mesin dan biarkan mesin yang menggantikan tugas Anda.

    Gabah kopi yang tadinya masih ada kulit arinya akan keluar menjadi beras atau yang dikenal dengan green beans.

    Buat Anda yang mau menggunakan cara kedua (manual), Anda bisa menggunakan metode tradisional dengan cara menginjak-nginjak gabah kopi pakai kaki di atas nyiru (wadah bulat terbuat dari anyaman bambu).

    Bisa juga memakai sandal jepit yang bersih. Hasilnya, semua kulit ari kopi akan mengelupas.

    Setelah semuanya beres, kopi disortir lagi! Pada penyortiran tahap ini, biji kopi yang warnanya hitam-hitam dibuang, karena mutunya jelek.

    Setelah disortir, jadilah beras kopi berwarna hijau atau yang biasa disebut dengan Green beans biji kopi luwak unroasted.

    Langkah berikutnya adalah produksi green beans menjadi roasted beans biji kopi luwak bakar.

    Caranya, gabah kopi yang sudah menjadi beras atau green beans dijemur kembali, antara 1 hingga 2 hari, sampai kadar air yang terkandung di dalamnya berkurang dari 20% menjadi 12%.

    Ciri-cirinya sudah 12% adalah jika biji kopinya digigit tak ada bekas gigitannya, karena sudah mengeras.

    Berbeda dengan biji kopi yang kadar airnya masih 20%, dimana ketika digigit masih ada bekasnya.

    Setelah itu, kopi luwak dalam bentuk beras yang sudah dijemur dan kadar airnya tersisa 12% siap untuk diroasting atau disangrai.

    Ingat, beras kopi yang mau disangrai tidak boleh dicuci lagi, karena akan menambah kadar air dan mengurangi aroma.

    Proses pencucian kopi hanya dilakukan pada saat pembersihan kotoran luwak saja.

    Standar permintaan buyer, terutama buyer luar negeri, kadar air kopi sebelum disangrai adalah 12% seperti yang sudah saya sampaikan.

    Terlalu banyak atau terlalu sedikit kadar air yang terkandung di dalam kopi sebelum disangrai, akan mengurangi rasa dan aroma. Jadi ikuti saja standar yang ditetapkan!

    Untuk proses roasting/penyangraian sendiri ada dua cara yang biasa dipakai, yakni

    1. Cara manual menggunakan wajan biasa
    2. Menggunakan mesin sangrai kopi.

    Untuk menjaga konsistensi kualitas, sebaiknya Anda gunakan mesin sangrai, karena mesin khusus ini dilengkapi dengan pengatur waktu untuk mendapatkan hasil roasting yang diinginkan.

    Adapun tingkatan roasting yang dikenal diantaranya light roast atau disebut juga cinnamon roast dengan karakteristik ringan, sedikit asam dan tajam; medium roast atau dikenal juga sebagai American roast.

    Karakeristiknya berwarna medium brown, full body dengan flavour yang balanced dan aroma yang kompleks; dark roast atau Italian atau Viennese roast merupakan tingkatan roasting favorit dari banyak produsen dan penggemar specialty coffee

    Dimana karakteristiknya berwarna chesnut brown dan dikenal seimbang antara sweetness dan sharpness-nya; darkest roast atau Espresso atau French roast, dengan karakteristik permukaan biji kopi berminyak (oily surface), flavour tajam dan smoky.

    Yang pasti, apapun tingkatan roasting kopi yang Anda pilih nantinya, Anda tidak boleh mencampur kopi luwak dengan bahan-bahan apa saja, karena sudah pasti akan membuat kopi luwak Anda tidak original.

    Untuk produksi kopi luwak yang keempat adalah membuat bubuk kopi luwak.

    Pada proses produksi tahap ini, sebenarnya Anda tidak perlu mengeluarkan banyak waktu dan tenaga, karena pekerjaan bikin bubuk kopi luwak (grounded beans) ini memakai mesin pembuat bubuk kopi.

    Fungsi dari mesin ini jelas, yaitu untuk menggiling kopi luwak yang sudah disangrai sehingga menjadi bubuk siap saji dan siap seduh.

    Artinya, mesin inilah yang akan menggantikan pekerjaan Anda membuat bubuk kopi luwak.

    12 Langkah Proses Pembuatan Kopi Luwak

    1. Buah kopi matang pohon dipetik dipilih yang sudah benar-benar matang sudah tua dan berwarna merah ranum
    2. Kemudian buah kopi yang sudah dipetik di sortir kembali,..dipilih yang benar2 baik,warna merah ranum,matang pohon,dan kondisi masih segar
    3. Di cuci terlebih dahulu (hal ini dilakukan supaya bersih terbebas dari pestisida,hama,dll) meski pada kenyataannya pestisida dan hama nanti akan hilang sendiri ketika masuk pencernaan binatang luwak
    4. Kopi yang sudah disortir dan di cuci di berikan ke luwak pada sore hari jam 5 sore keatas pemberian min 1kg s/d 2kg, Pada saat pemberian kopi harap di berikan juga dengan kombinasi buah2an lain
    5. Keesokan hari nya pada pagi hari kopi sudah bisa dipanen diambil hasilnya,..Harap diperhatikan : pada saat pemungutan pastikan hanya memungut kopi yang benar2 tertelan binatang luwak,(faces) karena ada juga yang tidak tertelan dikarenakan biji tsb masih muda,busuk sebelah atau terjatuh tidak sengaja dan masih menempel dengan kulit kopi nya
    6. Faces atau perongkolan di cuci menggunakan ember selang air yang mengalir,kopi di cuci di bilas berkali2 hingga benar-benar bersih,..Harap diperhatikan : kopi yang mengambang naik ke atas permukaan air harap dibuang,..karena kopi tersebut jelek tidak berkualitas isinya kempos (tidak ada isi buahnya) atau busuk sebelah, atau masih muda
    7. Setelah kopi di cuci bersih (Jenis Kopi Luwak yang sudah di cuci bersih di sebut gabah) kemudian dijemur di terik matahari selama 2-3 hari hingga kulit kopi tersebut setengah terkelupas,..kadar air 20% Perhatian : jangan juga terlalu kering karena kalo terlalu kering akan menyebabkan kadar kandungan airnya berkurang hal ini akan berpengaruh juga terhadap warna greenbeans nanti nya
    8. Setelah dijemur kemudian dikupas kulit ari nya menjadi (Green beans), sebaiknya kulit ari di kupas dengan cara tradisional, hasilnya lebih bagus, yaitu di tumbuk menggunakan alu atau bisa juga dengan cara lain, yaitu gabah di dinjak2 dengan kaki menggunakan alas kaki sandal jepit swalow hasilnya sama bagusnya, khusus utk kopi luwak pengupasan menggunakan mesin akan menyebabkan kopi bengkak2 dan memar akibat gesekan gerigi mesin yang terlalu kuat dan panas
    9. Setelah jadi greenbeas kemudian di jemur kembali 1-2 hari hingga kadar air menjadi 10- 12% (standar kadar air permintaan eksport) Perhatian : telalu rendah kadar air akan mengurangi rasa, terlalu tinggi kadar air akan berpengaruh terhadap warna, aroma, tekstur dan body. Jadi usahakan untuk menjaga kadar air supaya sesuai dengan aturan atau permintaan buyer. Usahakan jangan sampai tingkat kadar air terlalu tinggi ataupun rendah, jika sudah terbiasa tidak akan sulit melakuan teknik penjemuran ini
    10. Greenbeans kemudian di roasting dengan 3 level pilihan Light, Medium, Dark kami sendiri biasa memilih type medium roast karena lebih banyak peminatnya, sebaiknya proses roasting menggunakan mesin dibanding meroasting menggunakan cara tradisional karena hasil mesin jauh lebih sempurna dan kematangannya merata dengan warna yang seragam serta mengkilat
    11. Setelah di roasting kemudian di giling bubuk menggunakan mesin grinder coffee,... Jika kita belum memilki mesinnya bisa di maklonkan di kedai kopi di sekitar wilayah kita,..atau jika ingin membeli mesin grinder nya kami sediri menyediakan tentu nya dengan harga jual yang jauh lebih murah dari yang beredar dipasaran (Mohon maaf untuk saat ini kami sudah tidak menyediakan lagi)
    12. Tahap akhir bubuk kopi luwak siap dikemas siap untuk dinikmati atau siap dipasarkan

    Teknik Pembuatan Kandang

    Dalam hal pembuatan kandang luwak sebenarnya kita juga bisa memanfaatkan lahan kosong halaman rumah kita, samping, atau belakang rumah, jadi tidak terlalu membutuhkan lahan begitu luas,

    jika kita ingin mencoba menangkar dengan skala kecil dulu (5 s/d 10 ekor luwak) lahan yang diperlukan 10 x 3 meter sudah cukup,

    namun jika kita ingin menangkar dalam sekala besar (20 s/d 50 ekor luwak )

    tentunya lahan dibutuhkan sesuai jumlah dan ukuran kandang,..

    ada beberapa jenis kandang dan ukuran yang penulis pernah survey di lapangan,..dari penangkar yang sangat sederhana menangkar skala kecil (rumahan),..hingga skala besar (perusahaan)

    Kandang Sederhana

    Kandang bisa terbuat dari bambu atau kayu, bisa juga menggunakan asbes di sekeliling kandang dinding samping belakang dan atap.

    Tapi bagian muka depan harus menggunakan ram kawat 1 s/d 4cm ,atau besi beton batangan di sekat2 berjejer kebawah.

    Untuk bagian depan harus terbuka sebagai tempat utk melihat mengontrol kondisi luwak,serta memudahkan dalam pemberian pakan, pintu luwak di bagian samping.

    Serta di berikan kandang kecil lagi didalamnya sebagai tempat berlindung juga sebagai tempat tidurnya,

    bisa mengunakan kayu berbentuk kotak atau kaleng bekas krupuk,.. terus alas dibawahnya menggunakan bambu sekat jarak 1cm atau ram kawat serta di bawahnya ada selorotan sprt laci (sprt sangkar burung)

    Agar saat luwak mengeluarkan facesnya langsung jatuh turun ke bawah dan ter tampung dari bawah ini utuk memudahkan pada saat pengambilan kopi luwak

    Ukuran kandang yang terkecil panjang min 1meter,lebar 80cm tinggi 1m, sedangkan ukuran standar panjang 1,2meter lebar 1 meter tinggi 1meter.

    Kandang Permanen

    Untuk kandang luwak yang permanen ini dibutuhkan lahan yang agak luas min 250 meter persegi dan tentunya dengan biaya pembuatan yang lumayan,..bisa jutaan hingga belasan juta,.

    jumlah kandang 20 kandang di isi 25ekor luwak,.. kandag terbuat dari tembok semen dan rancang bangun menggunakan besi siku 2cm

    dimana sekeliling kandang depan,belakang,samping dan atap menggunakan ram kawat motif kotak persegi empat 3cm,

    posisi kandang saling berjejer berbaris menyamping searah sejumlah 10 kandang perhatikan agar sekat pembatas menggunakan ram kawat

    yang motif kotak nya lebih kecil 1-2 cm,agar tidak saling menerkam,..terutama ekornya,..

    Panjang kandang 2meter lebar 1,5meter tinggi 3 meter,..

    Tips Membedakan Kopi Luwak Asli dan Palsu

    Saat ini saya akan menjelaskan bagaimana cara membedakan kopi luwak yang asli dengan yang palsu secara fisik atau melalui bentuk dari kopi tersebut. Jika kita ingin membedakan kopi luwak secara fisik,tentunya akan lebih mudah ketika kita melakukan pengamatan, saat kopi dalam bentuk raw (ketika biji kopi masih bercampur dgan kotoran), green bean/unroasted green bean (kopi luwak yang masih dalam bentuk biji sebelum di roasting/digoreng). Tapi saat ini saya hanya akan membahas seputar green bean saja. Perbedaan paling mendasar dari kopi luwak yang asli dan palsu dalam bentuk green bean unroasted green bean adalah biji kopi luwak green bean yang asli memiliki biji yang utuh, mulus dan tidak cacat. Cacat disini adalah biasanya biji kopi luwak ada bintik hitam dan pecah.

    3 Ciri Fisik

    1. Kopi luwak yang asli memiliki kecenderungan hampir sempurna dari segi tampilan,sangat jarang sekali ada bintik hitam dan pecah pada green bean. Karena Hewan luwak memiliki insting yang sangat kuat,untuk hanya memakan biji kopi terbaik. Maka dari itu bentuk kopi cenderung sempurna.Jika ada kopi luwak dalam bentuk biji (green bean) yang banyak terdapat bintik hitam dan pecah, maka perlu diwaspadai, jika kopi tersebut memiliki kecenderungan tidak Asli.
    2. Pada kopi luwak asli warna merata kekuningan dan lebih wangi,Sedangkan kopi biasa atau yang palsu memiliki warna yang tidak merata, berwarna hijau, dan tidak harum.Warna merata kekuningan pada kopi luwak berasal dari fermentasi sempurna dalam perut hewan luwak.
    3. Yang terakhir, ciri kopi yang asli yaitu, Kulit ari ketika akan diolah menjadi green been sangat mudah sekali terlepas. Sedangkan pada kopi yang palsu atau kopi biasa, kulit ari kopi luwak tidak mudah terlepas atau cenderung lengket pada biji kopi.

    3 Tips Sebelum Membeli

    1. Sebelum anda bertransaksi, minta kirimkan dulu foto green been kopi luwak yang akan dikirim dalam jarak dekat, kemudian pastikan memenuhi kriteria atau ciri-ciri kopi luwak yang sudah saya sebutkan diatas.
    2. Bertransaksilah menggunakan jasa pihak ketiga, misalnya menggunakan rekening bersama,atau jika dalam dunia international yang paling terkenal escrow/paypal. Cara ini dapat meminimalisir kerugian. Jika penjual tidak mau bertransaksi menggunakan jasa pihak ketiga, anda patut mencurigainya.
    3. Waspadalah dengan harga kopi luwak yang dibawah harga pasaran. Karena saya menemui banyak sekali metode para petani memproduksi kopi luwak sekilas seperti asli, diantaranya dengan mencampur biji kopi segar dengan pisang, kemudian memberikan kepada binatang luwak. Hal ini mampu mengelabui hewan luwak yang menganggap biji kopi tersebut adalah pisang, karena sudah di campur dengan pisang.

    Legalitas Kopi Luwak

    Sengaja saya letakkan pembahasan Sertifikasi Produk ke dalam bahasan tersendiri, karena masalah sertifikasi ini seringkali menjadi penghambat penjualan produk kopi luwak.

    Tidak sedikit konsumen, terutama buyer dari luar negeri, yang mengurungkan niatnya membeli kopi luwak di Indonesia akibat kualitas dan keaslian produk kopi luwak yang masih diragukan.

    Hal ini banyak dialami oleh produsen kopi luwak di Lampung Barat dan juga daerah lainnya.

    Sertifikasi produk adalah pemberian jaminan tertulis dari pihak ketiga yang independen bahwa suatu produk beserta proses yang mendukungnya telah memenuhi persyaratan keaslian, kesehatan, keamanan, keselamatan dan lingkungan.

    Sertifikasi produk menjadi sangat penting, karena adanya perubahan praktek bisnis akibat perubahan orientasi pemasaran, keinginan konsumen yang semakin kompleks menuntut tersedianya produk yang bermutu, dan adanya jaminan layanan purna jual serta terpenuhinya standar nasional dan atau internasional.

    Sertifikat Puslitkoka

    Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka) didirikan pada 1 Januari 1911 dengan nama waktu itu Besoekisch Proefstation.

    Setelah mengalami beberapa kali perubahan baik nama maupun pengelola, saat ini secara fungsional Puslitkoka berada di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Deptan RI

    sedangkan secara struktural dikelola oleh Lembaga Riset Perkebunan Indonesia – Asosiasi Penelitian Perkebunan Indonesia (LRPI – APPI).

    Puslitkoka adalah lembaga non profit yang memperoleh mandat untuk melakukan penelitian dan pengembangan komoditas kopi dan kakao secara nasional,

    sesuai dengan Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia No. 786/Kpts/Org/9/1981 tanggal 20 Oktober 1981.

    Pun sebagai penyedia data dan informasi yang berhubungan dengan kopi dan kakao.

    Sejak berdiri pada tahun 1911, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia berkantor di Jl. PB. Sudirman No. 90 Jember.

    Namun, mulai 1987 seluruh kegiatan operasional dipindahkan ke kantor baru berlokasi di Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Jember berjarak 20 km arah Barat Daya dari pusat kota Jember.

    Pada tahun 2008 terakreditasi oleh Lembaga Sertifikasi KNAPPP dengan No. Sertifikat: 006/Kp/KA-KNAPPP/I/2008.

    Sayangnya, Puslitkoka ini tidak memiliki kantor perwakilan di daerah, sehingga Anda harus datang langsung ke Kab. Jember.

    PROSEDUR: Siapkan sample produk kopi Anda yang terdiri dari green beans, roasted beans dan luwak ground coffee.

    Masing-masing bisa 50 gram dan bisa pula 100 gram.

    Lalu, bawalah ke kantor Puslitkoka bagian tes laboratorium.

    Sesuai pengalaman saya, biaya paket lengkap tes laboratorium di Puslitkoka sebesar Rp500.000,- Prosesnya selama 7-10 hari. TIPS & TRIK: Untuk menghemat waktu dan biaya,

    sebaiknya Anda tidak datang langsung ke kantor Puslitkoka di Jember.

    Kirimkan atau paketkan saja sample kopi luwak Anda yang mau dites laboratorium dengan menggunakan jasa Pos Indonesia, Tiki, JNC atau layanan lainnya.

    • Kantor Puslitkoka Jl. PB Sudirman No. 90 Jember 68118 - Jawa Timur
    • Phone: (0331) 757130, 757132, 757065
    • Fax: (0331) 757131
    • Email: iccri@jember.wasantara.net.id atau iccri@iccri.net
    • website: http://www.iccri.net

    Sertifikat Depkes / Dinkes

    Departemen Keseharan RI yang dipimpin oleh seorang menteri mempunyai tugas membantu Presiden RI dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang kesehatan.

    Depkes RI memiliki sebuah lembaga khusus yang bertugas mengawasi peredaran obat-obatan dan makanan di Indonesia, yakni Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

    Fungsi dan tugas badan ini menyerupai fungsi dan tugas Food and Drug Administration (FDA) di AS, diantaranya:

    regulasi dan standardisasi, lisensi dan sertifikasi, evaluasi produk sebelum diizinkan beredar, pengujian laboratorium, pemeriksaan sarana produksi dan distribusi.

    Untuk keperluan sertifikasi produk kopi luwak, saya menyarankan Anda untuk tidak membawa sample kopi luwak Anda ke Depkes. Kenapa? Karena di samping mahal, prosedurnya juga ribet.

    Sertifikasi dari Depkes hanya diperlukan untuk produk industri/pabrik dalam skala besar.

    Mengingat produk kopi luwak Anda masih sekelas UKM atau home industry, maka Anda bisa meminta sertifikasi produk ke Dinas Kesehatan (Dinkes) di daerah Anda masing-masing.

    Untuk di Bandung, biayanya sekitar Rp500.000,- Prosesnya antara 10-14 hari. Sedangkan prosedur pengajuan sertifikasi produk ke Dinkes sama dengan prosedur pengajuan di SUCOFINDO.

    • Kantor BPOM Jl. Percetakan Negara No. 23 - Jakarta 10560 Indonesia
    • Phone: (021) 4244691, 42883309, 42883462
    • Fax: (021) 4263333
    • Email: informasi@pom.go.id
    • Website BPOM : http://www.pom.go.id
    • Website Depkes: https://www.kemkes.go.id/

    Sertifikat MUI

    Majelis Ulama Indonesia (MUI) adalah wadah yang menghimpun para ulama, zu’ama dan cendekiawan muslim Indonesia untuk menyatukan gerak dan langkah-langkah umat Islam Indonesia dalam mewujudkan cita-cita bersama.

    MUI berdiri pada tanggal, 7 Rajab 1395 H, bertepatan dengan tanggal 26 Juli 1975 di Jakarta, sebagai hasil dari pertemuan atau musyawarah ulama, cendekiawan dan zu’ama yang datang dari berbagai penjuru tanah air.

    MUI memiliki Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM-MUI) yang berwenang mengeluarkan sertifikasi halal.

    Sertifikasi halal dari LPPOM-MUI diakui sebagai standar sertifikasi halal Indonesia bahkan Internasional.

    Terkait kopi luwak, setelah melalui kontroversi dan serangkaian kajian yang serius, MUI akhirnya mengeluarkan fatwa Nomor 4, 20 Juli 2010,

    yang menyatakan bahwa kopi luwak halal untuk dikonsumsi oleh umat Islam asal dicuci bersih terlebih dahulu.

    Menurut KH Ma’ruf Amin, Ketua MUI bidang Komisi Fatwa, pada dasarnya kopi luwak itu mutanajis atau terkena najis, tetapi menjadi halal apabila dibersihkan

    Selain menghalalkan kopi luwak untuk dikonsumsi, MUI juga membolehkan masyarakat memproduksi dan memperjualbelikan kopi luwak.

    Meski demikian, fatwa halal MUI itu berlaku untuk kopi luwak secara umum. Artinya, kopi luwak yang Anda produksi tetap membutuhkan sertifikat halal dari MUI. Benar kan? Sebagaimana yang sudah Anda ketahui, MUI ini memiliki kantor cabang di daerah.

    Karena itu, saran kami sebaiknya anda bisa meminta sertifikat halal produk kopi luwak Anda sendiri ke kantor MUI di daerah tempat anda berada.

    • Kantor Pusat Sekretariat MUI, Jl. Proklamasi No.51 Menteng Jakarta Pusat
    • Phone: (021) 31902666
    • Fax: (021) 31905266
    • Website: http://www.mui.or.id

    Cara Pengemasan Bubuk Kopi Luwak

    Sesudah cukup panjang berbicara soal bagaimana memproduksi kopi luwak, mulai dari yang berbentuk gabah hingga yang sudah menjadi bubuk,

    dan juga bagaimana cara mudah mendapat sertifikasi produk kopi luwak dari 4 lembaga kompeten di Indonesia,

    tibalah saatnya bagi saya untuk memberikan panduan apa dan bagaimana mengemas bubuk kopi luwak.

    Ada banyak jenis dan bahan kemasan yang bisa dipakai untuk mengemas bubuk kopi luwak.

    Apapun jenis dan bahan kemasan yang nantinya Anda pakai, ia harus memiliki 3 fungsi, yakni:

    1. Pertama, fungsi fisik kemasan. Sebuah kemasan mempunyai fungsi yang paling dasar secara fisik sebagai sebuah wadah dan pelindung dari produk yang terdapat di dalamnya. Karena itu, kemasan harus handal terhadap benturan, tekanan, temperatur, air, debu, dan lain-lain.
    2. Kedua, fungsi informasi kemasan. Sebuah kemasan yang baik tidak hanya handal secara fisik, tetapi juga harus memenuhi fungsinya untuk memberikan informasi kepada konsumen. Informasi yang diberikan adalah segala sesuatu yang dipandang perlu untuk diketahui pada tahap konsumen hendak membeli produknya seperti apa dan untuk siapa produk tersebut.
    3. Ketiga, fungsi penjualan. Dalam persaingan bisnis, para pelaku yang terlibat di dalamnya berlomba untuk memasarkan produknya agar konsumen berminat melihat dan membelinya. Sebuah kemasan dalam kaitannya dengan fungsi penjualan, ibaratnya adalah sebuah iklan yang mampu memancing atau membujuk konsumen agar tertarik dengan produknya.

    Sebagai sebuah pembujuk maka kemasan dituntut untuk tampil menarik secara visual di hadapan konsumen. Estetika dan nilai bisnis dari sebuah kemasan harus Anda perhatikan.

    Saya sendiri menggunakan kemasan alumunium foil standing pouch berbagai ukuran. Ada yang 100 gram, 125 gram, 150 gram, 250 gram dan 500 gram.

    Saya juga menggunakan kemasan sachet ukuran 12 gram, untuk produk kopi luwak sachet.

    Alasan saya menggunakan kemasan alumunium foil standing pouch, karena disamping aman dan nyaman, juga karena ada lubang ventilasi di bagian belakangnya seperti produk kopi luwak pure kemasan yang tidak menggunakan sachet.

    Lebih luas, kemasan alumunium foil standing pouch yang saya pakai memiliki 3 fungsi kemasan sebagaimana yang dimaksud di atas.

    Kemasan alumunium foil standing pouch tentu bisa dipakai sebagai wadah dan pelindung bubuk kopi luwak, dan juga mengandung fungsi informasi dan penjualan karena bisa dilengkapi dengan desain yang menarik perhatian.

    Penting untuk diperhatikan, mengingat mahalnya harga bubuk kopi luwak, maka kopi luwak bubuk yang Anda kemas haruslah menggunakan kemasan netto.

    Ada dua cara yang bisa Anda lakukan untuk mengemas bubuk kopi luwak dengan kemasan netto.

    • Pertama, Anda bisa menimbang bubuk kopi luwak secara terpisah dari kemasan sesuai berat yang dikehendaki.
    • Kedua, Anda bisa menimbang dulu berapa berat kemasan yang Anda pakai, dan setelah itu silahkan takar bubuk kopi luwak bersamaan dengan kemasannya.

    Contoh jika berat kemasan yang Anda pergunakan adalah 5 gram, dan Anda mau mengemas bubuk kopi luwak ukuran 100 gram, maka berat bubuk kopi luwak Anda beserta kemasannya harus 105 gram. Benar kan?

    Terakhir, setelah bubuk kopi luwak Anda selesai dikemas, Anda bisa melengkapi kemasannya dengan tanggal kadaluarsa dan kode produksi perusahaan Anda. Untuk keperluan ini, Anda bisa memakai mesin Continuous Sealer.

    Continuous Sealer adalah mesin penyegel kontinyu yang bisa dipakai untuk menyegel plastic film dari aneka macam bahan plastik seperti PE, PP, PET/PE atau alumunium foil dengan kecepatan yang bisa diatur.

    Mesin penyegel ini juga bisa dipakai untuk memberi cetakan tanggal kadaluarsa, kode produksi dan nama perusahaan.

    Postingan Terkait

    Formulir Kontak

    Name

    Email *

    Message *