Kenali Luwak, Hewan Penghasil Kopi Termahal Dunia

Daftar Isi [Tutup]

    Luwak Itu Seperti Apa?

    Luwak adalah hewan menyusui (Mamalia) yang termasuk suku musang dan garangan (Viverridae). Ordo luwan adalah Karnivora (pemakan daging serta buah-buahan) dan nama ilmiahnya adalah Paradoxurus Hermaphroditus. 

    Luwak termasuk binatang Nokturnal yang hidup aktif mencari makan di malam hari, sedangkan di siang hari malah tidur nyenyak.bahkan kalo sedang tidur nyenyak sprt mati lho,...sulit dibangunkan,...maklum tadi malam abis kerja lembur boss,..he,..he,.(ya ngelembur makan kopi itu,..)

    Gambar Hewan Luwak Penangkaran

    Ciri Fisik Hewan Luwak

    Ciri-ciri fisik binatang luwak adalah bertubuh sedang, panjang luwak dewasa sekitar 70-110 cm (termasuk ekor dengan rincian panjang tubuh sekitar 53 cm dan panjang ekor sekitar 40 cm).

    Berat tubuhnya 2 s/d 4 kg bahkan ada juga yang lebih. Warna ekor hitam mulus. Sisi atas tubuh berwarna abu-abu kecoklatan, dengan variasi dari warna tengguli (coklat merah tua) sampai kehijauan.

    Jalur di punggung lebih gelap, biasanya berupa tiga atau lima garis gelap yang tidak begitu jelas dan terputus-putus atau membentuk deretan bintik-bintik besar.

    Sisi samping dan bagian perut lebih pucat. Terdapat beberapa bintik samar di sebelah menyebelah tubuhnya.

    Hewan luwak juga dipanggil dengan berbagai sebutan lain seperti careuh dalam bahasa Sunda, common palm civet, common musang, house musang atau toddy cat dalam bahasa Inggris dan luak atau luwak dalam bahasa Jawa.

    Nama Lain dari Binatang Luwak

    Dalam bahasa Indonesia, luwak mirip dengan musang.

    Hanya saja, dalam kebiasaan sehari-hari, luwak dan musang ini sering dibedakan.

    Musang lebih sering dikonotasikan sebagai hewan pemangsa ayam.

    Sedangkan luwak lebih sering disebut sebagai binatang pemakan buah kopi.

    Padahal, sebenarnya luwak atau musang ada kemiripan.

    Dulunya, luwak selalu diburu petani kopi karena dianggap sebagai hama dan menjadi musuh petani.

    Namun demikian, setelah diketahui kalau tenyata biji kopi yang dimakan luwak dan mengalami fermentasi singkat oleh bakteri alami di dalam perut luwak

    memiliki rasa yang sangat unik dan nikmat serta aroma wangi dengan harga jual yang sangat mahal,

    maka status luwak berubah dari hewan liar menjadi hewan yang banyak dicari orang untuk ditangkarkan. Dan kini luwak sudah berubah status sebagai hewan yang di lindungi,...

    Jenis Luwak Secara Umum

    Dari sini, dapat dipahami jika binatang luwak dibagi menjadi 2 jenis, yakni:

    1. Luwak Liar yang hidup di alam bebas dan mencari makan sendiri di habitat asli nya.
    2. Luwak Penangkaran yaitu luwak yang sengaja ditangkap dan dipelihara untuk keperluan bisnis kopi agar bisa diambil kotoran nya (Faces/perongkolan)

    Luwak Liar

    Luwak liar hidup di alam bebas dan mencari makan sendiri untuk mempertahankan hidupnya.

    Luwak jenis ini biasanya banyak ditemui di hutan dan perkebunan, meski tidak jarang juga bisa ditemui di sekitar pemukiman dan bahkan perkotaan.

    Luwak liar pandai memanjat sehingga sering berkeliaran di atas pepohonan, meski tidak segan pula untuk turun ke tanah.

    Luwak liar melahirkan 2-4 anak, yang diasuh induk betina hingga mampu mencari makanan sendiri. 

    Pada siang hari, luwak liar ini suka tidur di atas pepohonan dan di lubang-lubang kayu, atau jika di perkotaan tidur di ruang-ruang gelap seperti di bawah atap rumah.

    Pada malam harinya, luwak liar beraksi mencari makanan di wilayah jelajahnya, baik di hutan, kebun maupun di pekarangan penduduk.

    Luwak liar inilah yang dituduh sebagai pencuri ayam dan buah-buahan. Kopi yang dihasilkan oleh luwak liar ini dikenal dengan sebutan kopi luwak asli.

    Produksinya tentu saja sangat terbatas, karena tempat hidup hewan luwak liar sendiri tidak tetap. Alhasil, kotoran luwak berserakan di mana-mana dan harus dikumpulkan satu demi satu.

    Berbeda dengan luwak liar, luwak ternak merupakan jenis hewan luwak yang sengaja dipelihara dikandangkan oleh penangkar untuk keperluan proses pembuatan kopi luwak agar menghasilkan kopi secara kontinyu.

    Luwak Ternak/Penangkaran

    Ini merupakan jalan keluar yang tepat untuk menghindari kekurangan stok kopi luwak, karena dengan bantuan luwak ternak, kopi luwak bisa diproduksi setiap hari.

    Kopi yang dihasilkan oleh luwak ternak ini dikenal dengan sebutan kopi luwak hasil penangkaran

    Luwak ternak yang sudah produktif menghasilkan kopi yaitu luwak yang dewasa umur min 1,5 tahun keatas ( usia hidup luwak sd 10 tahun)

    yaitu dengan menangkap langsung dari alam nya (luwak liar dewasa) yang berkeliaran di sekitar perkebunan kopi,

    penulis menyarankan agar luwak yang ditangkap jangan asal tangkap, lokasi nya juga harus sesuai yaitu menangkapnya harus luwak yang berkeliaran di sekitar perkebunan kopi,

    karena luwak tsb di pastikan sudah terbiasa makan buah kopi sejak dari kecil,

    lain halnya dg luwak yang ada di hutan dimana di sekitar hutan tsb tidak ada perkebunan kopi,

    jadi dia masih terasa asing jika kita kasih makan buah kopi, dan itu perlu proses lagi untuk melatihnya, butuh waktu 10 sd 15 hari agar luwak tsb mau makan buah kopi.

    Pengalaman penulis utk mendapatkan luwak saya biasa beli dari penduduk sekitar perkebunan (pemburu luwak) yang kerja nya khusus menagkap luwak di sekitar perkebunan kopi

    dengan harga beli bervariatif tergantung besar kecil nya luwak tsb, yang kecil usia 1,5 th harga sktr 200rb/ekor, sdngkn yang besar 250rb sd 300rb.

    Perhatian : sebaiknya luwak yang ditangkap harus dalam kondisi baik,sehat tidak cacat atau terluka pada saat penangkapan, (luwak bisa cacat biasanya dikarenakan ditangkap menggunakan anjing pemburu atau alat jebakan yang dapat melukai tubuh)

    jika kodisi cacat spert itu sebaiknya jangan dibeli,..krn ketika dikandangkan luwak akan strees, trs mogok makan, trs ujung2 nya mati,. Untuk dipelihara secara baik dengan membuat lingkungan tinggal sealami mungkin.

    Hanya saja, selain butuh biaya besar, luwak ternak yang berasal dari anakan luwak ini membutuhkan waktu yang lama untuk menghasilkan kopi luwak dalam jumlah yang banyak dan benar-benar baik.

    Hal ini sudah dibuktikan oleh saya sendiri. Karena itu, saran saya, luwak ternak yang Anda tangkarkan sebaiknya berasal dari luwak liar! Bukan luwak yang dibesarkan sejak dari kecil,...

    Cara Menangkap Luwak Liar

    Menurut pengalaman saya, menangkap luwak liar bukanlah pekerjaan mudah karena 2 alasan.

    1. Luwak liar hidup berkeliaran di alam bebas sehingga tidak mudah menemukannya
    2. Sesuai namanya, luwak jenis ini termasuk hewan liar yang harus ditangkap dalam keadaan tanpa cacat. Karena itu, butuh alat dan keahlian khusus untuk menangkapnya.

    Berdasarkan pertimbangan di atas, maka saya lebih memilih cara praktis yaitu meminta bantuan orang lain atau yang disebut dengan pawang luwak untuk menangkap hewan liar ini.

    Cara ini tentunya lebih efektif dan efisien, karena saya tidak perlu bersusah payah menangkap sendiri luwak liar yang nantinya akan ditangkarkan.

    Apalagi harga luwak liar per ekor tidak terlalu mahal.

    Oleh karenanya, sebaiknya Anda gunakan cara ini! Dengan begitu, Anda dapat lebih fokus pada proses pemeliharaan luwak hingga benar-benar bisa dipakai untuk penangkaran kopi luwak.

    Meski demikian, Anda harus ekstra hati-hati dalam membeli luwak, karena tak semua luwak bisa ditangkar lho,...apalagi ini untuk penangkaran kopi luwak yang berkualitas tinggi.

    Kendala dan Cara Mengatasi

    Beternak atau menangkarkan luwak liar yang ditangkap dari alam bebas untuk tujuan produksi kopi luwak yang berkualitas bukanlah pekerjaan mudah.

    Pasalnya, setelah ditangkap dan dikandangkan, luwak harus beradaptasi dengan lingkungannya yang baru.

    Maklum luwak sudah terbiasa hidup liar di alam bebas habitat asli nya,..

    Sebagaimana manusia, dalam setiap proses adaptasi, harus ada kesanggupan dan ketahanan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan dan lingkungan sekitarnya.

    Hal yang sama terjadi pada luwak liar yang awalnya hidup di alam bebas secara mandiri tiba-tiba hidup di lingkungan baru yang semuanya harus dilayani.sprt boss,..he,.

    “ Dia harus kita Perlakukan layaknya Seperti Boss,..Karena dia yang akan Mengantarkan kita Menjadi Seorang Boss,..”

    Di sinilah tugas dan tantangan terberat penangkar luwak, karena dalam proses adaptasi itu luwak memiliki masa kritis.

    Untuk itulah, supaya proses adaptasi berjalan baik dan luwak bisa melewati masa kritisnya, maka perlu semacam upaya domestikasi.

    Domestikasi adalah upaya penjinakan hewan liar, dalam hal ini luwak, supaya sang hewan terbiasa hidup di lingkungan baru (baca: kandang)

    dan pada akhirnya dapat dimanfaatkan kegunaannya oleh manusia.

    Di luaran sana, penangkar luwak liar biasanya membutuhkan waktu 1 hingga 2 minggu untuk proses domestikasi luwak. Itupun belum tentu berhasil.

    Alhamdulillah, saya sendiri cuma butuh waktu 5 hari saja untuk menjinakkan dan membantu luwak keluar dari masa-masa kritisnya.

    Masa kritis luwak sendiri terbagi menjadi dua, yakni yang pertama pada saat luwak ditangkap dan yang kedua pada saat dikandangkan.

    Apabila luwak yang baru ditangkap dan dikandangkan bisa melewati masa kritisnya, maka ia akan tetap hidup produktif selamat.

    Namun, bila tidak, maka luwak akan stres dan pada akhirnya meninggal dunia atau lebih tepatnya mati.

    Sebenarnya, hewan luwak jarang terkena penyakit.termasuk biantang yang kebal terhadap suhu dan cuaca,

    Luwak umumnya hanya terkena dampak psikologis saat baru ditangkap dan dikandangkan seperti yang disinggung tadi.

    Dampak psikologis yang dimaksud adalah stres yang bisa berujung pada kematian. Bentuk stresnya, luwak tidak mau makan kopi.

    Kalau luwak mogok makan kan bisa berabe, karena tujuan dari penangkaran luwak ini adalah untuk memproduksi kopi luwak yang benar-benar berkualitas.

    Karena itu, agar luwak tidak stres dan mau makan kopi, maka luwak butuh perhatian khusus.

    Berarti, Luwak itu Manja Ya?

    Ya kurang lebih begitu, terutama luwak yang baru dikandangkan! Sebagai penangkar luwak, tugas Anda adalah memenuhi segala keinginan luwak dan menjinakkannya

    agar tujuan Anda dalam menangkar luwak untuk memproduksi kopi luwak yang baik bisa tercapai.

    Jika Anda gagal menjinakkan luwak, ya itu tadi, luwak yang anda tangkarkan akan mengalami stres berkepanjangan dan akhirnya mati.

    Itu artinya, cita-cita Anda juga gagal total (gatot).

    Oh yah yang dimaksud menjinakan disini bukan berarti luwak itu jadi jinak, manut atau penurut sama kita, tapi jinak disini artinya tidak berontak atau ngamuk2 di kandang,

    dan dia sudah bisa beradaptasi dengan kandang dan lingkungan sekitar , betah dengan rumah baru nya,..

    Pehatian : perlu diketahui luwak sebetulnya tidak mengigit walaupun kita masuk kedalam kandang pada saat pemberian pakan, luwak akan gigit

    jika kita sentuh atau kita pegang hal ini sebagai bentuk perlawanan untuk mempertahankan dirinya dari bahaya,..

    karakter luwak ini memang aneh,..di lihat boleh dipegang jangan,..wah repot yah,..iya emang,..karna dia bukan untuk mainan,..

    Namun jika luwak tsb kita pelihara sejak dari kecil maka ketika dewasa ia akan jinak,..jinak nya melebihi biantang lain nya,..ia akan ngikutin trs kemana pun kita pergi,.. naah,..!!

    hanya sayang nya luwak yg jinak sprt ini kurang bagus utk ditangkarkan lho kenapa,..??

    karna akan manja,...dan manja sekali, dia tidak mau makan kopi,...mau nya makan buah2an kalau pun mau,

    makan kopi nya cuma sedikit,..cuma nyobain saj a dan bilang maak-nyuss,..he,..sprt Bondan Winarno.

    (mungkin karna sudah kenal baik dengan majikan nya)

    Saya tidak ingin berpanjang lebar lagi, berikut ini saya akan bocorkan bagaimana cara sederhana menjinakkan luwak yang baru ditangkap dan dikandangkan

    sesuai dengan pengalaman saya sendiri yang selama 1,5 tahun ini diterapkan, sehingga Anda tidak perlu mengalami trial and error sebagaimana yang banyak dialami oleh penangkar luwak pemula.

    Merujuk pada pengalaman saya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan dilakukan agar luwak yang ditangkarkan bebas dari stres dan pada akhirnya mau makan kopi, yakni:

    1. Buatlah kandang yang agak luas nyaman dan bersih bagi luwak dengan ketentuan satu kandang untuk satu hewan luwak boleh sepasang (dua ekor luwak jantan dan betina), Hal ini penting sifatnya agar sanitasi kandang terjaga dan luwak tidak makan temannya, karena luwak sendiri tergolong binatang buas pemakan daging atau karnivora dan juga memilki sipat kanibal yang doyan makan sesama, terutama yang satu jenis kelamin. Karena itu, jangan coba- coba memasukkan 2 luwak jantan atau 2 luwak betina ke dalam satu kandang. Saya pastikan, salah satu luwak akan menjadi korban dengan memakan luwak teman nya satu kandang.
    2. Jangan berikan buah kopi kepada luwak yang baru ditangkap dari alam dan dikandangkan setidaknya selama 3 hari. Tapi, berikan minum susu kental kalengan diseduh air hangat tanpa gula trs dikasihkan sebagai menu minum nya, trs hanya buah-buahan saja sebagai pakan luwak.(pepaya,pisang,jambu batu,melon dll) Hal ini penting untuk proses penjinakan dan penenangan psikologis luwak.
    3. Setelah tenang dan jinak, luwak sudah boleh diberi makan buah kopi.secara bertahap,..mulai 1kg,2kg dst,.. Jika Anda memaksakan diri memberi buah kopi saja kepada luwak yang baru ditangkarkan, karena alasan tertentu seperti mau instan dalam produksi kopi luwak dan ingin cepat-cepat menikmati hasil, saya pastikan buah kopi yang Anda sajikan ke luwak tidak akan dimakan sang hewan meski buah kopinya tergolong merah atau matang. Bukan hanya itu saja, luwak Anda kemungkinan besar akan mati. Percayalah, karena saya sendiri sudah pernah mengalaminya! Pada dasarnya, bagi luwak, buah kopi itu bukan vitamin. Oleh karenanya, luwak perlu dikasih vitamin dari luar, yakni dari pakan selain kopi yang diberikan kepada luwak secara teratur agar luwak tetap bugar dan semangat dalam bekerja (memproduksi kopi luwak)

    Jenis Luwak Tangkar

    Tidak semua binatang luwak bisa menghasilkan kopi, secara natural hanya ada dua jenis hewan luwak yang doyan memakan biji kopi ranum yaitu luwak jenis pandan dan jenis bulan. Kedua jenis luwak ini bisa ditangkar untuk menghasilkan kopi luwak

    Luwak Pandan

    Ciri-ciri fisik: Badan berbulu warna abu kecoklat-coklatan, punya bulu warna totol bulat hitam terputus-putus, wajah berwarna abu dan ada bulatan warna putih di sekitar wajah serta mata.

    Luwak ini mengeluarkan semacam bau dari kelenjar di dekat anusnya. Samar-samar bau ini menyerupai harum daun pandan. Karena itulah, luwak jenis ini disebut dengan luwak pandan.

    Luwak Bulan

    Ciri-ciri fisik: Badan berbulu warna hitam legam namun diselingi warna abu. Hanya saja, warna hitamnya lebih dominan. Di sekitar tubuhnya terdapat warna hitam bergaris tanpa putus, wajah berwarna hitam legam dilengkapi bulatan warna putih di sekitar wajah dan mata.

    Secara umum, bentuk fisik luwak pandan dan bulan memiliki banyak kesamaan. Perbedaan keduanya hanya terlihat sedikit saja pada warna bulunya seperti yang sudah saya gambarkan. Namun, keduanya sama-sama bisa makan buah kopi dan bisa untuk penangkaran kopi luwak.

    Luwak Yang Tidak Bisa Menghasilkan Kopi

    2 jenis hewan luwak ini memang tidak suka makan kopi, bagi para penangkar luwak wajib tahu kedua jenis luwak yang tidak bisa menghasilkan kopi, sehingga kelak tidak salah memilih jenis luwak yang akan ditangkar

    Luwak Rase

    Ciri-ciri fisik: Mata kecil sipit, kaki lebih tinggi, postur tubuh berdiri lebih tegap, warna bulu abu-abu,memiliki garis-garis setengah melingkar di bawah leher seperti berkalung, ekor memiliki garis-garis warna hitam hinga ke ujung. Nama luwak rase berasal dari bahasa Bali.

    Luwak Binturong/Bintarung/Binturung

    Ciri-ciri fisik: Bertubuh besar, berkumis lebat, memilki gigi taring runcing, berambut panjang dan kasar, berwarna hitam seluruhnya atau kecoklatan dengan taburan uban keputih-putihan atau kemerahan.

    Pada masing-masing ujung telinga ada seberkas rambut yang memanjang. Ekor berambut lebat dan panjang, terutama di bagian mendekati pangkal, sehingga terkesan gemuk. Ekor ini dapat digunakan untuk berpegangan pada dahan sebagai kaki kelima.

    Luwak Makan dan Minum Apa Saja?

    Mengingat luwak termasuk binatang karnivora, sekali lagi, makanan yang disukai oleh luwak adalah buah-buahan dan daging termasuk daging sesama luwak.

    Haha... Karena itu, luwak juga disebut sebagai predator yang tak segan-segan makan teman sendiri dan mencuri ayam penduduk.

    Detail Makanan Luwak

    Makanan berupa buah-buahan terdiri dari buah pisang, pepaya, jambu batu, nangka, apel, tomat, semangka, melon, wortel, jeruk.(hee,..kayak manusia aja)

    Selain itu, luwak juga suka makan buah bayam hutan yang berwarna merah dan dipetik lengkap dengan tangkainya.

    Buah bayam hutan ini bukan untuk konsumsi manusia lho , tapi luwak sangat menyukainya asal dipetik bersama tangkainya.( banyak terdapat di perkebunan kopi )

    Perlu diperhatikan, khusus buah-buahan ini, luwak hanya mau memakan buah-buahan yang serba matang.

    Jadi, bukan buah yang setengah matang apalagi yang masih mentah hee,...

    Untuk buah-buahan yang kulitnya tidak bisa dimakan seperti jeruk, sebaiknya dikupas terlebih dahulu agar buah-buahan yang dimaksud bisa langsung dinikmati oleh luwak dan juga untuk menjaga

    sanitasi kandang luwak supaya tidak kotor atau bersih selalu. Untuk wortel, bagusnya diparut terlebih dahulu sebelum disajikan.

    Wortel yang sudah diparut akan dimakan luwak dengan sangat lahap.seakligus sebagai penambah vitamin nya juga,..

    Makanan berupa daging terdiri dari daging ayam, kambing, burung, kelinci, tikus yang masih hidup, belut, ikan tawar ikan laut, ular

    karena salah satu makanan luwak di alam bebas adalah ular, bekicot yang hanya diambil dagingnya saja dan dicuci bersih.

    Selain itu, luwak juga mau memakan pindang dan ikan asin he,he.

    Dalam pemberian pakan ini ada salah satu cara hemat pengalaman penulis yang sudah baisa saya lakukan,..Yaitu kepala pindang ikan tongkol atau ikan asin ( dibeli dipasar tradisional ) harga nya murah sekali,..

    kepala pindang tsb digiling menggunakan gilingan bumbu cabai, hingga menjadi lumat trs di goreng menggunakan sedikit minyak goreng cukup sebentar saja asal hangat kemudian di campur diaduk

    dengan nasi,.,, dan diberikan ke luwak,dengan cara pemberian pakan seperti ini luwak menjadi sehat-sehat dan gemuk,...

    Perlu diperhatikan, ketika luwak diberi makanan yang sifatnya amis seperti daging, ayam, burung, kelinci, tikus, ular, pindang dan ikan asin, pemberian buah kopi ke luwak harus distop dulu

    selama sehari semalam,(selama pemberian pakan daging berlangsung) ini dilakukan sebagai detoksifikasi pencernaan luwak.

    Jadi pemberian kopi di stop dulu bos supaya kopi yang dihasilkan luwak benar-benar tidak bercampur dengan bau amis makanan tersebut.

    Inilah salah satu rahasia menghasilkan kopi luwak kualitas eskpor yang nantinya akan saya jelaskan lagi di bagian pembahasan khusus.

    Minuman Luwak

    Adapun minuman yang digemari luwak tentu saja adalah air. Di samping itu, luwak juga sangat doyan meminum madu dan susu kental tanpa gula, baik dalam bentuk kaleng maupun sachet atau bisa pula susu sapi asli.

    Pada masa karantika atau penjinakan luwak yang baru ditangkap dan dikandangkan, madu dan susu ini menjadi minuman utama luwak.

    Sedangkan makanannya adalah buah-buahan seperti dijelaskan di atas. Perlu diperhatikan, pemberian minuman madu dan susu ini sebaiknya tidak bersamaan, tapi gonta-ganti.

    Misalnya hari pertama dikasih susu dan buah-buahan, lalu hari berikutnya dikasih madu plus buah-buahan.

    Air nira yang berasal dari pohon kawung (aren) juga disukai hewan luwak. Pohon kawung (aren) sendiri sebetulnya merupakan tanaman yang banyak manfaatnya.

    Buahnya (kolang- kaling) dapat dipakai untuk campuran minuman, kayunya dapat diolah menjadi tepung sagu (aci aren), dan niranya dapat disadap dari batang bunganya untuk diberikan kepada luwak.

    <

    Postingan Terkait

    Formulir Kontak

    Name

    Email *

    Message *